Menghela Nafas Panjang
Breathe in, Breathe out...

Kalo udah feeling, ikutin aja deh!

Saturday, December 02, 2006
Tau konci? Itu lho, benda kecil tapi penting yang biasa digunakan buat buka pintu. Bahasa Indonesia yang baku untuk konci yang gue omongin adalah anak kunci. Benda ini mungkin dibuat sejak pertama kali manusia menyimpan sesuatu yang berharga dan gak pengen diliat/diambil/dicontek/diketahui oleh orang lain. Anak kunci itu temennya pintu dan dan kunci atau gembok atau macem-macem.
Bentuknya juga beda-beda. Di pilem harry potter koncinya bisa terbang dan kudu dikejar-kejar naek sapu. Di pilem-pilem holywood dan dunia nyata (ya, film holiwut seringkali tidak menceritakan dunia nyata), bentuknya juga beda-beda.
- Ada yang cuma dari suara
Picard:"Computer, start auto destruct sequence. Access code: Picard, Jean Luc. Captain. Zero-One-Two-Three-Four-Five-Six-Seven-Eight-Nine-Ten-Ocey?!"
Computer: "Acces granted. Starting auto destruct sequence."
- Sidik jari. Kalo yang ini barangkali di Jakarta juga udah ada.
- Retinal scan (cieeeeeeeeee, retinal scaan!) kayak di pilem Demolition Man (buat anak-anak yang membaca ini, jangan mencontoh Wesley Snipe yang mencongkel mata salah satu ilmuan biar bisa buka konci yang butuh retinal scan. Gue gak mau ntar blog gue diprotes gara-gara orang tua kalian kurang memberikan pengertian sehingga kalian menirukannya seperti waktu kalian mematahkan bagian tubuh teman sekolah karena menirukan Smack Down).
- Kombinasi angka dan hurup yang dipencet-pencet (ini juga udah umum),
- Rangkaian angka yang kudu diputer di lemari besi kayak yang diutak-atik Charlize Theron di pilem Italian Job.
- Atau kayak di pilem Fifth Element (Bruce Willis, YEAH!). Koncinya itu berbentuk Milla Jovovich. Kenapa sih bukan Winona Ryder aja? Noni kan lebih imut...
Di komik Superman, ada juga konci buat masuk Fortress of Solitude (bukan jamban) yang berbentuk tanda panah yang GUEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEDE banget yang cuma bisa diangkat ama Superman atau orang dari Krypton lainnya seperti Supergirl dan tentunya gue. Huaahahhahahahahahahah!
Superman juga punya kunci kecil, tapi berat. Dia pernah bilang ke Lois Lane dalam komik All Star Superman #2, konci yang kecil itu gak bisa diangkat sembarang orang. Karena, menurut Superman, beratnya itu sama dengan massa dan kepadatan Dwarf Star. Apa itu Dwarf Star? Google it, please.
Batman, (temennya Superman buat yang belon tau) juga punya cara tersendiri buat masuk Batcave. Dia bisa lewat jam di ruang perpustakaannya, bisa juga lewat berbagai jalan rahasia yang rumit. Pokoknya, jadi Batman repot deh.
Nah, alesan gue ngomongin konci adalah.... (scroll down, please)













































KONCI
RUMAH
GUE...
ILAAAAAAAAANG!!!


Yak, betul! Kejadiannya hari Rabu kemarenan. Eh, apa hari kamis ya? Pokoknya gitu deh. Gue udah mao pulang dari kantor. Terus tiba-tiba berasa kayak (alm.) Dono waktu ngomong, "Kayaknya ada yang salah deh, tapi apa ya?" yang menyebabkan gue balik lagi ke ruang redaksi. Eh, di situ gue malah ngecek film yang mao dibawa ke percetakan. Abis itu kelar, gue pulang jalan bareng Ipi dan Djunee sampe sebelon gue nyebrang ke halte.
Pas di halte, gue udah feeling tuh. Ada suara di kepala gue (selain suara-suara yang biasa ada di kepala gue) yang mengatakan: "Besok pagi aja kali ya? Selain ujan, kayaknya ada yang salah deh...tapi apa ya?"
Namun gue tetep nekat! Apalagi setelah melihat bis kota yang biasanya miring ke kiri ternyata kosong (ini mungkin karena udah jam 20.30 dan keadaan Jakarta sedang hujan rintik-rintik tapi deres). Ya, ini adalah saat untuk pulang! Dengan mengesampingkan kemalasan dan tidak menghiraukan sesuatu yang seringkali berjasa buat gue, yaitu FEELING, gue nekat naek bis.
Untuk menyingkat cerita, kurang dari jam 11 gue balik lagi ke kantor, karena ternyata eh ternyata, konci rumah gue gak ada.
Sudah, saya lelah memikirkan hal ini...

Yang gue sesalkan adalah, gue gak ngikutin feeling nothing more than feeling yang seringkali tepat (berarti kadang gak tepat)! Padahal, siangnya gue baru chat sama seorang teman ngomongin soal feeling...
Pertama kali gue ngikutin feeling gue adalah waktu SMP kelas 2 (berarti sekitar taun 2000, hehehe). Gue mengikuti feeling yang mengatakan: "Jangan nyebrang dulu, di sebelah sono aja nyebrangnya," yang ternyata tepat! Baru dua sampai tiga belas langkah gue jalan, tau-tau ada motor ngebut yang nyusruk tepat di alur lintasan yang tadi pengen gue sebrangin. Selanjutnya, banyak kejadian yang bikin gue makin yakin untuk mengikuti feeling gue. Mulai dari waktu kecopetan di Pasar Minggu pas mao berangkat kuliah, ngisi form sctv award yang membuat gue menang hadiah dari Danamon, ngikut survey online yang berakibat gue menang henpon -- yang kemudian kecopetan waktu mao berangkat ngajar, sekali lagi karena gak ngikutin feeling. Macem-macem deh.
Sekarang, masalah gue adalah, gue pengen pulang. Tapi bingung gak ada koncinya. Pengen didobrak, nanti masalah gue nambah, yaitu benerin kusen atau pintu. Solusinya adalah memanggil tukang konci buat membuka rumah gue sendiri.
Makanya, KALO UDAH FEELING, IKUTIN AJA DEH!
12/02/2006 06:28:00 AM :: ::
0 Comments:
Post a Comment
<< Home

Okiii :: permalink