Menghela Nafas Panjang
Breathe in, Breathe out...

Di pucuk pohon cem...?

Tuesday, August 29, 2006
Pernah jadi anak-anak, kan?
Pernah nyanyi lagu anak-anak, kan?
Berarti tau lagu "Burung Kutilang", kan?

Jika jawaban Anda adalah TIDAK, silahkan tutup window ini dan kembali melakukan apapun yang tadinya sedang Anda lakukan dan semoga Anda tidak berniat melakukan kejahatan.

Jika jawaban anda adalah IYA, silahkan lanjutkan membaca...

Tadi siang gue tau2 kepikiran lagu Burung Kutilang gubahan Ibu Sud. Lagunya kurang lebih begini:

Di pucuk pohon cem...?
Burung kutilang bernyanyi
Bersiul-siul sepanjang hari
Dengan tak jemu-jemu
Mengangguk-angguk sambil berseru
tri-li-li li-li li-li li-li

Sambil berlompat-lompatan
Paruhnya selalu terbuka
Digeleng-gelengkan kepalanya
Menentang langit biru
Tandanya suka dia berseru
tri-li-li li-li li-li li-li

Kenapa baris pertama lagu itu tidak lengkap? Itu karena gue gak tau di mana burung kutilang hinggap. Sebenernya dulu udah sering dibahas, apalagi kalo ngobrol ama Yosap, tapi sampe sekarang gue belon tau burung kutilang itu ada di pohon cemara atau cempaka. Semua orang yang ditanya ada yang bilang cemara, ada yang bilang cempaka, bahkan ada yang pernah bilang kemboja. Kalo menurut gue, orang yang bilang kemboja itu kayaknya salah membedakan antara burung kutilang dan kuntilanak. Tapi, tetep aja kagak ada yang bisa jawab: "Di manakah sebenernya burung kutilang itu berada?"

Oleh Karena Itu, hari ini gue memutuskan untuk menyambung kembali dan mencari tau keberadaan burung kutilang.

Sebagian besar orang pasti tau kayak apa pohon cemara itu...

Jika jawaban Anda adalah TIDAK, silahkan tutup window ini dan kembali melakukan apapun yang tadinya sedang Anda lakukan dan semoga Anda tidak berniat melakukan kejahatan.

Jika jawaban anda adalah IYA, silahkan lanjutkan membaca...

Tapi, mungkin tidak banyak orang yang tau kayak apa tampangnya pohon cempaka. Kalo ada guru TK yang mengajarkan lagu Burung Kutilang pada murid-muridnya, mungkin akan mendapatkan pertanyaan dari muridnya:

Murid: "Bu, pohon cempaka itu kayak apa sih?"

Bu Guru (versi baik): "Wah, bagus sekali pertanyaan kamu. Cempaka atau Michelia champaka Linn adalah sejenis pohon berkayu yang memiliki tinggi rata-rata 30 meter. Konon, tumbuhan ini berasal dari India dan banyak tersebar di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Bunga cempaka atau kerap disebut kantil dalam bahasa Jawa, memang bentuknya indah dan berbau harum. Daun cempaka berbentuk telur taji. Bagian bawah daun yang hijau itu terdapat bulu halus. Tiap kuncup daun dilindungi oleh 2 daun pelindung. Untuk bunga, warnanya putih, kuning, atau merah. Bentuknya seperti bunga tulip.
Buahnya ternyata enak untuk dimakan. Dalam pertumbuhannya, buah menjadi bulir panjang yang terdiri atas buah kecil-kecil berbentuk jantung. Daunnya, bila direbus dan ditambah madu, bisa digunakan untuk obat cacing, reumatik, tenggorokan, obat kumur, dan angina.
Selain itu, banyak juga orang yang menggunakannya untuk obat kuat, perangsang, dan diuretik. Minyaknya bisa untuk salep dan minyak rambut. Bagian kuncup bunganya juga kerap dimanfaatkan untuk obat penyakit raja singa (gonore uretritis) bila direbus dengan kelapa muda. Sedangkan, untuk bijinya yang dicampur dengan jahe, dapat dipakai sebagai obat demam pada anak-anak. Untuk menyapih anak dari ASI, biji kantil dihaluskan dan diletakkan di dada.
Begitu anak-anak...jelas, kan?

Murid: "...."

Diringkas dari artikel "Atasi Demam Dengan Bunga Cempaka" (Republika 15/10/2003)

Sementara itu, guru yang jahat mungkin akan mengatakan: "Gak tau! Shut the f*** up!!"

Nah, itu tadi menggambarkan bahwa pohon cempaka tidak umum diketahui oleh masyarakat umum pada umumnya. Sedangkan pohon cemara lebih sering terlihat, apalagi kalo nonton film yang banyak pohon cemaranya, kayak Brokeback Mountain, The World is Not Enough, Octopussy, Godfather II, Rambo, dan tentu saja Jeepers Creepers 2. Tapi nggak banyak orang yang menanam cemara di depan rumah kecuali dalam bentuk bonsai atau punya halaman yang agak lega.

Gue sendiri lebih percaya bahwa burung kutilang itu sebenarnya berada di pohon cempaka, itupun karena setelah muter2 di Internet semua lirik lagu Burung Kutilang mengatakan bahwa burung itu berada di pohon cempaka. Kasihan pohon cemara, dia kehilangan burungnya.
8/29/2006 07:46:00 PM :: ::
5 Comments:
  • Jadi, setelah muter-muter cari di internet...ternyata si burung hinggap di Cempaka? jadi, mulai dari sekarang Natalan pake pohon cempaka ajah?

    klo natalan pake pohon cempaka...kasian pohon cemara, makin ga punya peran!

    By Anonymous Otoy, at Tuesday, August 29, 2006 10:09:00 PM  
  • oh, cempaka toh...
    selama ini gua selalu mikir itu pohon cemara. Soalnya gua selalu mikir burung kutilang bebas tuh ada di hutan, dan pohon yang banyak di hutan adalah pohon cemara, sebenernya sih pohon jati (tp gua baru tau soal hutan jati setelah lulus SD).

    Nice work! Laporan yang unik!

    By Anonymous lulu, at Tuesday, August 29, 2006 10:45:00 PM  
  • Yah gitu aja ribet, coba lu tanya dari dulu sama gue, pasti gue jawab cempedak (eh, pilihannya cuman cemara sama cempaka ding ya?)

    By Anonymous tyas, at Thursday, September 07, 2006 2:02:00 AM  
  • setelah lo nanya soal cemara dan cempaka itu ke gue, gw ngetes ke temen2 kntr gw. Dan spt gw, semuanya jwb cemara! So, mnrt gw, gak usahlah kita mengasihani cemara krn kehilangan burungnya. Toh, selama ini dia sudah membuat sebagian org berpikir bahwa kutilang hinggap di pucuknya..(padahal jelas2 tidak toh?!)

    By Anonymous LaiLa, at Sunday, September 10, 2006 11:26:00 PM  
  • @LaiLa: Gue juga udah mencoba menanyakan hampir ke semua orang yang gue kenal. Emang sih ada yang bilang Cemara, ada juga yang bilang Cempaka. Jadi pada akhirnya gue memutuskan untuk mengubek2 Internet mencari lagu itu dan berhasil nemu, silahkan cari sendiri di Multiply gue, ya?

    By Blogger Okiii, at Monday, September 11, 2006 3:38:00 AM  
Post a Comment
<< Home

Okiii :: permalink