JIP96KEREN cuma kerja setengah hari
Gara-gara berita seorang Da'i kondang yang nikah lagi, milis jip96keren@yahoogroups.com jadi raaaaaaaame. Berikut rekaman kerameannya.
Dimulai dari:
Sent:
Subject: Rasulullah tidak mengizinkan anaknya dipoligami
Nabi SAW marah besar ketika mendengar putrid beliau, Fathimah binti Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: "Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga."
(Jâmi' al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).
Sent:
Subject: RE: Rasulullah tidak mengizinkan anaknya dipoligami
Khusus untuk ahlul bait (keluarga rasullulah) memang ada pengkhususan, sebab ahlul bait ini memang telah dijamin masuk surga, contoh pengkhususannya salah satu-nya ya ini… keluarga ahlul bait gak boleh dipoligami, masih banyak sih yang lain, tapi gue lupa, yang gue inget dia itu gak boleh terima zakat, sebab zakat merupakan kotoran harta yang dimiliki oleh kaum muslim, dan ahlul bait itu gak boleh makan kotoran harta.
Kalau memang bagian dari ahlul bait sih tenang aja, gak bakalan deh dipoligami.... tapi berapa gelitir orang sih yang menjadi ahlul bait sekarang ini....
From: Windianingrum
Sent:
Subject: Benarkah poligami sunah??
Klo Aa Gym pny email boleh bgt diforward ke dia yaks...
Untuk wacana kita..
Benarkah Poligami Sunah?
Faqihuddin Abdul Kodir
(Diedit, kepanjangan)
Sent:
Subject: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
biar tambah ilmunyah...
ga cuma sukaa sama "poligaminyah" --khusus utk.cowok
-----
(Diedit, kepanjangan)
Sent:
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
Thx Ndi atas artikel2 ttg.poligaminya
Sangat menambah pengetahuan gw akan Nabi gw sendiri (artikel Benarkah poligami sunah?)
Dan bisa menjawab pertanyaan temen2 gw yg beragama lain.
From: Prasetyo Wiyoko
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
kesimpulan gue dengan adanya "aturan" polygami dijaman nabi dulu, para wanita menangis karena bahagia merasa derajatnya naik sedang jaman sekarang wanita menangis karena mersa ketakutan akan turun derajat karena dimadu? iya gak?
From: Windianingrum
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
what so ever...islam sndiri ga sama sekali menyarankan!!!
From: Tri Puspitasari
Sent:
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
Turun derajat apa?
Gk akan ada yg turun derajatnya kalo dimadu, ini bkn mslh derajat di mata orang lain…Gak penting lah itu
Rasanya seperti ini….dibalik aja….gimana kalo suami yang dimadu ???
(bayangkan aja tanpa mengindahkan adanya larangan agama, negara, and what so ever)
Juga gk usah pake dalih2 kl ada anak gmn? Siapa bapak nya? BASI!!!
Sekarang dibayangkan saja yah……. Apakah sakit? Ataukan Indah???
From: Windianingrum
Sent:
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
what soever
coba pikirkan apa yg akan dirasakan oleh si wanita--meski dia mengiyakan..
From: Prasetyo Wiyoko
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
muamalah dalam hukum islam itu halal dan haram: apakah polygami itu haram? tolong sebutkan ayat atau sunnahnya karena segala sesuatu yang tidak haram itu hukumnya halal dan mubah (boleh)
hukum haram itu adalah karena: zatnya, ......, dan cara memperolehnya
kalo cara memperolehnya dengan cara yang halal dan baik, kenapa tidak? dan sebaliknya
dan yang boleh jadi tren setter itu hanya Rasulullah bukan aa gym atau siapapun atau manusia manapun
salam
(mohon koreksi bila salah)
From: Windianingrum
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
emang ga haram
tapi apa berarti dapat dilakukan seenaknya
orang ngerokok ajah ada aturannya koks meskipun ga haram
solat jg ga haram...wajib malah dan ada aturannya
ASLI GA PENTING
yg penting, apa sudah dipikirkan sgala sesuatunya
apa urgensinya?apa pentingnya?apa kepentingannya???
apa manfaatnya? apa maslahatnya...
itu yg PENTING
From: Prasetyo Wiyoko
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
hahaha.... maap deh abisan kepancing sih
prinsipnya cuma 1
kalo masih berharap pada manusia siap-siap saja kecewa, celaka ataupun sengsara karena itu berharap dan bersandarlah pada 4JJ I semata! (gue juga blum bisa)
maap ya kalo ada yg tersinggung
Salam
From: Windianingrum
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
terserah loe lah ...
gw disini ga ngomongin aa gym juga koks..
gw memforward utk sbg ilmu seperti apakah poligami itu dalam kacamata Islam sebenarnya
dan klo ulama besar seperti dia bs mengambil keputusan sprti itu kita
gak skedar haram/halal itu siy dah jelas..hitam ato putih smua jg bisa liat
disini cuma mo tau...apa siy dibalik "Poligami: itu klo gw sndiri siy jadi lebih belajar banyak ajah
yah, mgkn ini yg dimauin Aa Gym juga kali biar kita belajar/tau mengenai Poligami tapi ga perlu dng dia mencontohkan
=(
--pras payah iyy..bikin bete ajah!—
From: M. Iskandar
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
Selain nafsu, faktor lain yang sering jadi permasalahan adalah perasaan vs keadilan. Waktu itu di tivi gue nonton seorang pengusaha yang punya sekian banyak istri (gue lupa berapa). Oleh pengusaha itu, para istrinya dikasih tempat tinggal yang bersebelahan. Dia juga punya definisi sendiri mengenai keadilan. Seperti yang dia contohkan, misalnya istri A sehari cuma butuh 10ribu, ya dia kasih 10ribu. Kalo istri B, yang anaknya udah lebih besar, mungkin tingkat kebutuhannya berbeda. Jadi disesuaikan jumlah penghasilan yang dikasih ke istrinya dengan kebutuhan istrinya.Di wawancara itu sih, dua orang istrinya yang ikut dalam wawancara itu manggut-manggut aja. Tapi itu baru definisi adil menurut sang pengusaha. Sementara mungkin di dalam hati, sang istri yang manggut-manggut aja punya pikiran laen. Bisa aja dia mikir: "Baguuuus, pantesan tiap bulan dapetnya cuma X, sementara dia dapetnya XX. Baguuuus!" itu harus ditanya langsung sama dia atau perempuan yang suaminya berpoligami.
Mungkin kalo ada yang lebih ngerti, bisa tolong dijelaskan faktor apa aja yang dicakup dalam definisi adil.
Sudah, itu aja dulu. Sekarang saya mao makan siang pake ikan asin sama pete bakar. Selamat makan siang semuanya! Buat yang udah makan siang, selamat bekerja kembali. Jangan pake bete-betean dong, semua orang
From: Windianingrum
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
heheeh iya ki
gw masih beteeeee
hehehe masih kebawa bete2 ibu2 yg lain jg siy
hahahahahhahahaha
HIDUP BETEEEEE
From: A.N.D.J S
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
These're my opinion about POLYGAMY....
I never agreed about it. Someone always ended up on lonely end or less attention.
It's difficult to make it work emotionally.
And Of course.....arrogance of some men that they can please unlimited "stable" is just
that...arrogance...they feel pleasure but what of theothers??? And make religion as one of the excuse...OMG...gimme a break!!!!
It's so sad that men can be so arrogant. Polygamy will be fine as long as we treat both our
partners fair. what is fair?? feed and clothe—and what of the love and emotional support?? and then know he leaves you to go to another and has a preference also. Everytime I think someone gets hurt unless on of the mates does not really love the man and just accept his behaviour.
There's no fairness in POLYGAMY. YOU CAN LOVE TWO OR THREE PEOPLE BUT NEVER NEVER NEVER EQUALLY. GET A LIFE!!!!!! It's not a drama but it's reality.
Ciao,
From: Yayan Mardianah
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
From: Syamsul Irvan
Sent:
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
FYI..
This lady is mine
and she's saying her terrific opinion
and I love her..
From: Windianingrum
Sent:
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
duh, duh abeh
di forum gini...ngomong gitu
aduh duh...
ga liat niyy bun bun merah merona...
hihihihi..
senangnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
=)
iloveyou toooo abehhh
From: Windianingrum
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
iyah tu al disini malah heboh sampe mo dibuat UU nya sgala
duh, ga penting deh kecuali emang mo bikin UU yang melarang POLIGAMI
jadi klo ketauan poligami dipenjara!
hahahahah
aniwei,
gw denger dari temen gw yg komen itu malah klo dinegara2 berkembang tuh ga ada yg heboh soal poligami ginian.. karena apa kaerna justru si negara itu sndiri memberdayakan
PEREMPUAN dan LAKI-LAKI supaya si perempuan berpikir lebih jauh, juga si pria
gitu deh short of
dah ah
enough of this
I already fed up!
=)
From: Tri Puspitasari
Sent:
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
Ati-ati loh Ndi….
Lelaki kalo ada maunya emang Romantisss…
Asal jangan mau kawin lagi ajah
Bwaahahahahahaaaa
From: Windianingrum
Sent:
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang
tenang ta itu dah harga mati hehehe...
ada yg ke 2, yg pertama.. --alias gw-- minggat....
hahahah.. gw bawa salik nyah =p
--amit2 jabang bayi, knock2 on the wood--
smoga ya beh...kita langgeng sampe di akhirat nanti aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
From: Dedi Rosyadi
Sent: Wednesday, December 6, 2006 2:59:31 PM
Subject: RE: Soal Poligami
Setuju dengan Oki… tapi jangan mengeneralisir bahwa semua orang yang berpoligami itu mengedepankan nafsu loh.
Sebab menurut pengalaman para ulama disekitar gue yang menjalankan poligami, menurut gue, dia menjalankan tidak dengan nafsu, misalnya:
1. ingin memiliki keturunan (sebab istri pertama tidak mempunyai anak),
2. ingin meningkatkan status perempuan (ada janda yang wirausaha ingin dinikahkan, sebab anggapan janda disekitar masyrakat biasanya ke hal2 yang negatif, bahkan ada janda yang hanya ingin dinikahkan saja, dia tidak minta dinafkahi oleh suaminya, baik nafkah jasmani maupun rohani)
3. keinginan dari keluarga (ada contoh, seorang bapak ingin menikahkan anaknya dengan seorang ulama yang telah mempunyai istri, dengan harapan ingin mempunyai keturunan yang baik dari si ulama tersebut, bahkan wanita dan bapaknya juga tidak minta uang nafkah, yang terpenting bagi mereka adalah dapat mempunyai anak/cucu dari keturunan yang baik)
menurut gue, dengan alasan yang diatas, gue dapat memaklumi kenapa mereka itu melakukan poligami.
Menurut gue definisi adil itu adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya/haknya. Misalnya kalau kita punya dua orang anak, anak 1 sudah kuliah, anak 2 masih SD, bukannya adil kalau masing2 anak diberikan uang jajan yang sama, tentu ada perbedaannya, sebab masing2 mempunyai kebutuhan yang berbeda, begitu juga dengan poligami, menurut gue adil jika ada janda yang wirausaha dinikahkan, tapi gak perlu dinafkahi, sebab selain atas permintaannya sendiri, dia juga dapat mencari uang sendiri.
From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 3:05:46 PM
Subject: RE: Soal Poligami
klo kyk gitu alasannya siy masih bisa ditolerir ded..
klo yg kasus lagi heboh skrg kan krn pilihannya itu siy gw rasa klo dia milihnya janda yg dah tua..trus byk tanggungan, ga bekerja gitu deh..mgkn lain soal dan bener2 bisa jadi contoh..
trus jg ada alasan "kesehatan" disebut-sebut..yg bkn bertanya2
aneh...
bukan bgitu bukan??
=p
p.e.a.c.e
From: M. Iskandar
Sent: Wednesday, December 6, 2006 3:25:13 PM
Subject: [jip96keren] Re: Soal Poligami
Nah itu die, Ded. Gue nggak menggeneralisasikan orang yang berpoligami cuma karena nafsu. Gue juga tau ada orang yang berpoligami karena kasus-kasus lain, seperti yang Dedy contohkan. Tapi, pikiran pertama masyarakat terhadap orang (dalam hal ini pria) yang berpoligami biasanya adalah karena nepsong, bow. Padahal mungkin aja tindakan itu dilakukan karena satu dan lain hal. Cuma sayangnya, banyak kasus poligami karena nepsong yang bikin orang jadi gerah dan langsung antipati.
Emang kita gak bisa liat dari satu sisi aja, misalnya sebagai orang yang tidak berpoligami. Mungkin harus tau keseluruhan duduk permasalahannya. Mulai dari pihak suaminya, pihak istrinya, dan alasannya.
Yah, seru juga ya ujan2 ngomongin poligami. Semoga kita semua bisa bertindak lebih arif dalam menyikapi permasalahan2 pelik seperti ini... CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!
Ngemeng-ngemeng, kagak ada kumpul-kumpul lagi nih? Di rumah gue juga oke aja sih, tapi bantuin bersihin dulu. Soalnya udah seminggu gue gak pulang .
From: Windianingrum
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
kerumah loe? boleh ajah tuh..skali2 cari suasana baru gw pengen banget bisa ke rumah kaliaaann smua satu2 gitu lowh./..
mis. dedi mau mengundang acara...yahh kekah anaknya mgkn ato...slametan rumah barunya.. siapaa gitu deh...eh tanti dah lahiran blum yaks?
ke rmh gw jg bolehh duh dari dulu ga jadi2 gitu meski dah gw kasih liat petanya jg abis tahun baru boleh deh kermh gw scara ya mgkn ajah gw lg kelebihan rejeki biar bisa menyuguhkan kalian macem2 gituw taelaaa
merayakan anniversary gw yg ke tiga??
ato mgkn gw lagi "isi" lagi? ? -- amin
yuks yaks...yukkkkkkkk
From: Prasetyo Wiyoko
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
satuju!
gue juga pikir poligami its oke dengan alasan yang baik dan benar diantaranya seperti disebutkan dedi dan dengan menyertakan istri dan keluarga utk urun rembug.
masalah adil, Rasulullah pun pernah diprotes para istrinya karena mereka merasa Beliau tidak adil dan ini manusiawi (kalo adil banget ya cuma Yang Maha Adil yang bisa)
pikiran nakal:
jika poligami yang sah "paling-paling" dicerai oleh istri tapi kalo selingkuh atau jajan diluar? udah diomelin istri, bisa dicerai pula, dosa besar, dan lebih buruknya mendapat murka dariNYA
dan perlu diingat juga perbandingan pria vs wanita sudah mencapai 1:5 (mungkin lebih)
jadi pilihan yang baik adalah: poligami atau cerai! dan jangan selingkuh (aduhhhh padahal yang dilarang itu yang paling asyik masyuk)
jadi siapa yang mau kawin lagi? siapa yang gak sayang istri lagi?
oh ya... gue anti poliandri! mendingan maen poli
salam
lagi ngomong ngaco dan ngasal
From: Tri Puspitasari
Sent: Wednesday, December 6, 2006 4:14:15 PM
Subject: RE: Soal Poligami
Inih Ndi potongan artikelnya (ada di dalam artikel “Benarkah Poligami sunah?”) :
Dalam kerangka demografi, para pelaku poligami kerap mengemukakan argumen statistik. Bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah kerja bakti untuk menutupi kesenjangan jumlah penduduk yang tidak seimbang antara lelaki dan perempuan. Tentu saja argumen ini malah menjadi bahan tertawaan. Sebab, secara statistik, meskipun jumlah perempuan sedikit lebih tinggi, namun itu hanya terjadi pada usia di atas 65 tahun atau di bawah 20 tahun. Bahkan, di dalam kelompok umur 25-29 tahun, 30-34 tahun, dan 45-49 tahun jumlah lelaki lebih tinggi. (Sensus DKI dan Nasional tahun 2000; terima kasih kepada lembaga penelitian IHS yang telah memasok data ini).
From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 4:14:01 PM
Subject: RE: Soal Poligami
terimakasih ya ta' atas datanya
hehehehe =)
tapi si pras dah main sendal jepit tuh
Hehehehe timpuk batu, kena sendiri
=p
From: Prasetyo Wiyoko
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
capek ah ngomongin orang mulu!
mau pake nafsu kek
pake sandal jepit kek
terserah dia
mendingan ngebahas dana bantuan imajip yang belum jadi direalisasikan sama jip96, kapan nih mulainya?
Salam
From: Prasetyo Wiyoko
Sent:
Subject: Re: Soal Poligami
hahaha... jadi serius yah?
tapi coba dianalisa :
"meskipun jumlah perempuan sedikit lebih tinggi, namun itu hanya terjadi pada usia di atas 65 tahun atau di bawah 20 tahun (baca ABG). Bahkan, di dalam kelompok umur 25-29 tahun, 30-34 tahun, dan 45-49 tahun jumlah lelaki lebih tinggi (baca OM-OM)"
bagaimana perbandingan tidak mendukung? mana ada OM-Om cari istri lagi atau selingkuhan yang diatas 65 tahun, pasti mereka cari yang masih ABG lah! yang masih muda dan segar. iya gak?
tapi semua berpulang sama pribadi masing-masing.
Salam
JIP96, sebenernya kalian itu di kantor pada kerja atau emai-emailan aja sih seharian? Huahahahaha!






