Menghela Nafas Panjang
Breathe in, Breathe out...

JIP96KEREN cuma kerja setengah hari

Wednesday, December 06, 2006

Gara-gara berita seorang Da'i kondang yang nikah lagi, milis jip96keren@yahoogroups.com jadi raaaaaaaame. Berikut rekaman kerameannya.

Dimulai dari:

From: Windianingrum
Sent: Tuesday, December 5, 2006 1:46:49 PM
Subject: Rasulullah tidak mengizinkan anaknya dipoligami

Nabi SAW marah besar ketika mendengar putrid beliau, Fathimah binti Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: "Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga."
(Jâmi' al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).

From: Dedi Rosyadi
Sent: Tuesday, December 5, 2006 2:11:21 PM
Subject: RE: Rasulullah tidak mengizinkan anaknya dipoligami

Khusus untuk ahlul bait (keluarga rasullulah) memang ada pengkhususan, sebab ahlul bait ini memang telah dijamin masuk surga, contoh pengkhususannya salah satu-nya ya ini… keluarga ahlul bait gak boleh dipoligami, masih banyak sih yang lain, tapi gue lupa, yang gue inget dia itu gak boleh terima zakat, sebab zakat merupakan kotoran harta yang dimiliki oleh kaum muslim, dan ahlul bait itu gak boleh makan kotoran harta.

Kalau memang bagian dari ahlul bait sih tenang aja, gak bakalan deh dipoligami.... tapi berapa gelitir orang sih yang menjadi ahlul bait sekarang ini....

From: Windianingrum
Sent: Tuesday, December 5, 2006 3:16:31 PM
Subject: Benarkah poligami sunah??

Klo Aa Gym pny email boleh bgt diforward ke dia yaks...
Untuk wacana kita..

Benarkah Poligami Sunah?
Faqihuddin Abdul Kodir

(Diedit, kepanjangan)

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 9:53:25 AM
Subject: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

biar tambah ilmunyah...
ga cuma sukaa sama "poligaminyah" --khusus utk.cowok
-----
(Diedit, kepanjangan)

From: Tri Puspitasari
Sent: Wednesday, December 6, 2006 10:25:22 AM
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

Thx Ndi atas artikel2 ttg.poligaminya
Sangat menambah pengetahuan gw akan Nabi gw sendiri (artikel Benarkah poligami sunah?)
Dan bisa menjawab pertanyaan temen2 gw yg beragama lain.

From: Prasetyo Wiyoko
Sent: Wednesday, December 6, 2006 11:30:18 AM
Subject: Re: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

kesimpulan gue dengan adanya "aturan" polygami dijaman nabi dulu, para wanita menangis karena bahagia merasa derajatnya naik sedang jaman sekarang wanita menangis karena mersa ketakutan akan turun derajat karena dimadu? iya gak?

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 11:20:59 AM
Subject: Re: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

GAKS!
what so ever...islam sndiri ga sama sekali menyarankan!!!

From: Tri Puspitasari
Sent: Wednesday, December 6, 2006 11:34:39 AM
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

Turun derajat apa?
Gk akan ada yg turun derajatnya kalo dimadu, ini bkn mslh derajat di mata orang lain…Gak penting lah itu
Rasanya seperti ini….dibalik aja….gimana kalo suami yang dimadu ???
(bayangkan aja tanpa mengindahkan adanya larangan agama, negara, and what so ever)
Juga gk usah pake dalih2 kl ada anak gmn? Siapa bapak nya? BASI!!!
Sekarang dibayangkan saja yah……. Apakah sakit? Ataukan Indah???

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 11:34:13 AM
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

iya...
what soever
coba pikirkan apa yg akan dirasakan oleh si wanita--meski dia mengiyakan..

From: Prasetyo Wiyoko
Sent: Wednesday, December 6, 2006 11:43:28 AM
Subject: Re: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

muamalah dalam hukum islam itu halal dan haram: apakah polygami itu haram? tolong sebutkan ayat atau sunnahnya karena segala sesuatu yang tidak haram itu hukumnya halal dan mubah (boleh)
hukum haram itu adalah karena: zatnya, ......, dan cara memperolehnya
kalo cara memperolehnya dengan cara yang halal dan baik, kenapa tidak? dan sebaliknya
dan yang boleh jadi tren setter itu hanya Rasulullah bukan aa gym atau siapapun atau manusia manapun

salam
(mohon koreksi bila salah)

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 11:36:05 AM
Subject: Re: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

emang ga haram
tapi apa berarti dapat dilakukan seenaknya
orang ngerokok ajah ada aturannya koks meskipun ga haram
solat jg ga haram...wajib malah dan ada aturannya kan...

dan disini ga penting maslah haram/halal
ASLI GA PENTING

yg penting, apa sudah dipikirkan sgala sesuatunya
apa urgensinya?apa pentingnya?apa kepentingannya???
apa manfaatnya? apa maslahatnya...
itu yg PENTING

From: Prasetyo Wiyoko
Sent: Wednesday, December 6, 2006 12:13:30 PM
Subject: Re: Soal Poligami

hahaha.... maap deh abisan kepancing sih
prinsipnya cuma 1
kalo masih berharap pada manusia siap-siap saja kecewa, celaka ataupun sengsara karena itu berharap dan bersandarlah pada 4JJ I semata! (gue juga blum bisa)
maap ya kalo ada yg tersinggung

Salam

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 11:56:24 AM
Subject: Re: Soal Poligami

terserah loe lah ...
gw disini ga ngomongin aa gym juga koks..
gw memforward utk sbg ilmu seperti apakah poligami itu dalam kacamata Islam sebenarnya
dan klo ulama besar seperti dia bs mengambil keputusan sprti itu kita kan perlu tau....
gak skedar haram/halal itu siy dah jelas..hitam ato putih smua jg bisa liat
disini cuma mo tau...apa siy dibalik "Poligami: itu klo gw sndiri siy jadi lebih belajar banyak ajah
yah, mgkn ini yg dimauin Aa Gym juga kali biar kita belajar/tau mengenai Poligami tapi ga perlu dng dia mencontohkan kan???

=(

--pras payah iyy..bikin bete ajah!—

From: M. Iskandar
Sent: 06-12-06 12:43 PM
Subject: Re: Soal Poligami

Huehehehehe, jadi rame gara2 poligami. Berikut ini apa yang gue pikirkan, jadi mohon maap kalo menyinggung atau tidak setuju.

Terlepas dari pemberitaan yang lagi gencar sekarang, menurut gue yang membuat orang jadi anti poligami adalah karena banyak yang mengedepankan nafsu. Gue dulu sering mendengarkan penjelasan panjang lebar dari seorang bapak-bapak yang mempraktekkan poligami. Dan mungkin penjelasan dia membuat gue kesel. Soalnya dia, menurut gue, mengedepankan yang namanya nafsu. Mulai dari alasan ini dan itu, yang menurut gue mengada-ada. Emang gue bukan orang yang taat beragama, tapi dalam agama Islam sendiri tiap bulan diwajibkan untuk puasa tiap Ramadhan. Bukannya puasa itu mengajarkan kita untuk tidak takluk pada nafsu? Terus, apakah cuma di bulan Ramadhan aja kita belajar menahan nafsu? Tiap taun diajarin untuk melawan nafsu, tapi tiap taun banyak orang melakukan kesalahan yang sama, termasuk gue.

Selain nafsu, faktor lain yang sering jadi permasalahan adalah perasaan vs keadilan. Waktu itu di tivi gue nonton seorang pengusaha yang punya sekian banyak istri (gue lupa berapa). Oleh pengusaha itu, para istrinya dikasih tempat tinggal yang bersebelahan. Dia juga punya definisi sendiri mengenai keadilan. Seperti yang dia contohkan, misalnya istri A sehari cuma butuh 10ribu, ya dia kasih 10ribu. Kalo istri B, yang anaknya udah lebih besar, mungkin tingkat kebutuhannya berbeda. Jadi disesuaikan jumlah penghasilan yang dikasih ke istrinya dengan kebutuhan istrinya.Di wawancara itu sih, dua orang istrinya yang ikut dalam wawancara itu manggut-manggut aja. Tapi itu baru definisi adil menurut sang pengusaha. Sementara mungkin di dalam hati, sang istri yang manggut-manggut aja punya pikiran laen. Bisa aja dia mikir: "Baguuuus, pantesan tiap bulan dapetnya cuma X, sementara dia dapetnya XX. Baguuuus!" itu harus ditanya langsung sama dia atau perempuan yang suaminya berpoligami.

Mungkin kalo ada yang lebih ngerti, bisa tolong dijelaskan faktor apa aja yang dicakup dalam definisi adil.

Sudah, itu aja dulu. Sekarang saya mao makan siang pake ikan asin sama pete bakar. Selamat makan siang semuanya! Buat yang udah makan siang, selamat bekerja kembali. Jangan pake bete-betean dong, semua orang kan punya pendapat masing-masing. Kalian semua kan sudah dewasa (saya belum), jadi gue yakin bisa membaca pendapat orang lain dengan kepala dingin dan hati yang sejuk -- tanpa bete.

Salam Olahraga!

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 1:06:51 PM
Subject: Re: Soal Poligami

heheeh iya ki
gw masih beteeeee
hehehe masih kebawa bete2 ibu2 yg lain jg siy
hahahahahhahahaha

HIDUP BETEEEEE

From: A.N.D.J S
Sent: Wednesday, December 6, 2006 2:35:49 PM
Subject: Re: Soal Poligami

These're my opinion about POLYGAMY....
I never agreed about it. Someone always ended up on lonely end or less attention.
It's difficult to make it work emotionally.

And Of course.....arrogance of some men that they can please unlimited "stable" is just
that...arrogance...they feel pleasure but what of theothers??? And make religion as one of the excuse...OMG...gimme a break!!!!

It's so sad that men can be so arrogant. Polygamy will be fine as long as we treat both our
partners fair. what is fair?? feed and clothe—and what of the love and emotional support?? and then know he leaves you to go to another and has a preference also. Everytime I think someone gets hurt unless on of the mates does not really love the man and just accept his behaviour.

There's no fairness in POLYGAMY. YOU CAN LOVE TWO OR THREE PEOPLE BUT NEVER NEVER NEVER EQUALLY. GET A LIFE!!!!!! It's not a drama but it's reality.

Ciao,

AAL

From: Yayan Mardianah
Sent: Wednesday, December 6, 2006 2:43:45 PM
Subject: Re: Soal Poligami

setuju al...

From: Syamsul Irvan
Sent: Wednesday, December 6, 2006 2:45:25 PM
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

FYI..
This lady is mine
and she's saying her terrific opinion
and I love her..

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 2:48:14 PM
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

duh, duh abeh
di forum gini...ngomong gitu

aduh duh...
ga liat niyy bun bun merah merona...

hihihihi..
senangnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

=)
iloveyou toooo abehhh

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 2:54:32 PM
Subject: Re: Soal Poligami

iyah tu al disini malah heboh sampe mo dibuat UU nya sgala
duh, ga penting deh kecuali emang mo bikin UU yang melarang POLIGAMI
jadi klo ketauan poligami dipenjara!
hahahahah

aniwei,
gw denger dari temen gw yg komen itu malah klo dinegara2 berkembang tuh ga ada yg heboh soal poligami ginian.. karena apa kaerna justru si negara itu sndiri memberdayakan
PEREMPUAN dan LAKI-LAKI supaya si perempuan berpikir lebih jauh, juga si pria
gitu deh short of

dah ah
enough of this
I already fed up!

=)

From: Tri Puspitasari
Sent: Wednesday, December 6, 2006 2:57:59 PM
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

Ati-ati loh Ndi….
Lelaki kalo ada maunya emang Romantisss…
Asal jangan mau kawin lagi ajah
Bwaahahahahahaaaa

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 2:56:56 PM
Subject: RE: Soal Poligami-nya Aa Gym, Komentar seorang mahasiswa Temple University

tenang ta itu dah harga mati hehehe...
ada yg ke 2, yg pertama.. --alias gw-- minggat....
hahahah.. gw bawa salik nyah =p

--amit2 jabang bayi, knock2 on the wood--
smoga ya beh...kita langgeng sampe di akhirat nanti aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

From: Dedi Rosyadi
Sent: Wednesday, December 6, 2006 2:59:31 PM
Subject: RE: Soal Poligami

Setuju dengan Oki… tapi jangan mengeneralisir bahwa semua orang yang berpoligami itu mengedepankan nafsu loh.
Sebab menurut pengalaman para ulama disekitar gue yang menjalankan poligami, menurut gue, dia menjalankan tidak dengan nafsu, misalnya:
1. ingin memiliki keturunan (sebab istri pertama tidak mempunyai anak),
2. ingin meningkatkan status perempuan (ada janda yang wirausaha ingin dinikahkan, sebab anggapan janda disekitar masyrakat biasanya ke hal2 yang negatif, bahkan ada janda yang hanya ingin dinikahkan saja, dia tidak minta dinafkahi oleh suaminya, baik nafkah jasmani maupun rohani)
3. keinginan dari keluarga (ada contoh, seorang bapak ingin menikahkan anaknya dengan seorang ulama yang telah mempunyai istri, dengan harapan ingin mempunyai keturunan yang baik dari si ulama tersebut, bahkan wanita dan bapaknya juga tidak minta uang nafkah, yang terpenting bagi mereka adalah dapat mempunyai anak/cucu dari keturunan yang baik)

menurut gue, dengan alasan yang diatas, gue dapat memaklumi kenapa mereka itu melakukan poligami.
Menurut gue definisi adil itu adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya/haknya. Misalnya kalau kita punya dua orang anak, anak 1 sudah kuliah, anak 2 masih SD, bukannya adil kalau masing2 anak diberikan uang jajan yang sama, tentu ada perbedaannya, sebab masing2 mempunyai kebutuhan yang berbeda, begitu juga dengan poligami, menurut gue adil jika ada janda yang wirausaha dinikahkan, tapi gak perlu dinafkahi, sebab selain atas permintaannya sendiri, dia juga dapat mencari uang sendiri.

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 3:05:46 PM
Subject: RE: Soal Poligami

klo kyk gitu alasannya siy masih bisa ditolerir ded..

klo yg kasus lagi heboh skrg kan krn pilihannya itu siy gw rasa klo dia milihnya janda yg dah tua..trus byk tanggungan, ga bekerja gitu deh..mgkn lain soal dan bener2 bisa jadi contoh..

trus jg ada alasan "kesehatan" disebut-sebut..yg bkn bertanya2
aneh...

bukan bgitu bukan??
=p
p.e.a.c.e

From: M. Iskandar
Sent: Wednesday, December 6, 2006 3:25:13 PM
Subject: [jip96keren] Re: Soal Poligami

Nah itu die, Ded. Gue nggak menggeneralisasikan orang yang berpoligami cuma karena nafsu. Gue juga tau ada orang yang berpoligami karena kasus-kasus lain, seperti yang Dedy contohkan. Tapi, pikiran pertama masyarakat terhadap orang (dalam hal ini pria) yang berpoligami biasanya adalah karena nepsong, bow. Padahal mungkin aja tindakan itu dilakukan karena satu dan lain hal. Cuma sayangnya, banyak kasus poligami karena nepsong yang bikin orang jadi gerah dan langsung antipati.
Emang kita gak bisa liat dari satu sisi aja, misalnya sebagai orang yang tidak berpoligami. Mungkin harus tau keseluruhan duduk permasalahannya. Mulai dari pihak suaminya, pihak istrinya, dan alasannya.
Yah, seru juga ya ujan2 ngomongin poligami. Semoga kita semua bisa bertindak lebih arif dalam menyikapi permasalahan2 pelik seperti ini... CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!

Ngemeng-ngemeng, kagak ada kumpul-kumpul lagi nih? Di rumah gue juga oke aja sih, tapi bantuin bersihin dulu. Soalnya udah seminggu gue gak pulang .

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 3:30:05 PM
Subject: Re: Soal Poligami

kerumah loe? boleh ajah tuh..skali2 cari suasana baru gw pengen banget bisa ke rumah kaliaaann smua satu2 gitu lowh./..
mis. dedi mau mengundang acara...yahh kekah anaknya mgkn ato...slametan rumah barunya.. siapaa gitu deh...eh tanti dah lahiran blum yaks?
ke rmh gw jg bolehh duh dari dulu ga jadi2 gitu meski dah gw kasih liat petanya jg abis tahun baru boleh deh kermh gw scara ya mgkn ajah gw lg kelebihan rejeki biar bisa menyuguhkan kalian macem2 gituw taelaaa
merayakan anniversary gw yg ke tiga??
ato mgkn gw lagi "isi" lagi? ? -- amin
yuks yaks...yukkkkkkkk

From: Prasetyo Wiyoko
Sent: Wednesday, December 6, 2006 3:36:02 PM
Subject: Re: Soal Poligami

satuju!
gue juga pikir poligami its oke dengan alasan yang baik dan benar diantaranya seperti disebutkan dedi dan dengan menyertakan istri dan keluarga utk urun rembug.
masalah adil, Rasulullah pun pernah diprotes para istrinya karena mereka merasa Beliau tidak adil dan ini manusiawi (kalo adil banget ya cuma Yang Maha Adil yang bisa)

pikiran nakal:
jika poligami yang sah "paling-paling" dicerai oleh istri tapi kalo selingkuh atau jajan diluar? udah diomelin istri, bisa dicerai pula, dosa besar, dan lebih buruknya mendapat murka dariNYA
dan perlu diingat juga perbandingan pria vs wanita sudah mencapai 1:5 (mungkin lebih) kan kasihan yang gak kebagian suami nanti gak sempurna agamanya, hehehe.....
jadi pilihan yang baik adalah: poligami atau cerai! dan jangan selingkuh (aduhhhh padahal yang dilarang itu yang paling asyik masyuk)
jadi siapa yang mau kawin lagi? siapa yang gak sayang istri lagi?

oh ya... gue anti poliandri! mendingan maen poli

salam

lagi ngomong ngaco dan ngasal

From: Tri Puspitasari
Sent: Wednesday, December 6, 2006 4:14:15 PM
Subject: RE: Soal Poligami

Inih Ndi potongan artikelnya (ada di dalam artikel “Benarkah Poligami sunah?”) :

Dalam kerangka demografi, para pelaku poligami kerap mengemukakan argumen statistik. Bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah kerja bakti untuk menutupi kesenjangan jumlah penduduk yang tidak seimbang antara lelaki dan perempuan. Tentu saja argumen ini malah menjadi bahan tertawaan. Sebab, secara statistik, meskipun jumlah perempuan sedikit lebih tinggi, namun itu hanya terjadi pada usia di atas 65 tahun atau di bawah 20 tahun. Bahkan, di dalam kelompok umur 25-29 tahun, 30-34 tahun, dan 45-49 tahun jumlah lelaki lebih tinggi. (Sensus DKI dan Nasional tahun 2000; terima kasih kepada lembaga penelitian IHS yang telah memasok data ini).

From: Windianingrum
Sent: Wednesday, December 6, 2006 4:14:01 PM
Subject: RE: Soal Poligami

terimakasih ya ta' atas datanya
hehehehe =)

tapi si pras dah main sendal jepit tuh
Hehehehe timpuk batu, kena sendiri

=p

From: Prasetyo Wiyoko
Sent: Wednesday, December 6, 2006 4:02:35 PM
Subject: Re: Soal Poligami

capek ah ngomongin orang mulu!
mau pake nafsu kek
pake sandal jepit kek
terserah dia
mendingan ngebahas dana bantuan imajip yang belum jadi direalisasikan sama jip96, kapan nih mulainya?

Salam

From: Prasetyo Wiyoko
Sent: Wednesday, December 6, 2006 4:49:00 PM
Subject: Re: Soal Poligami

hahaha... jadi serius yah?
tapi coba dianalisa :

"meskipun jumlah perempuan sedikit lebih tinggi, namun itu hanya terjadi pada usia di atas 65 tahun atau di bawah 20 tahun (baca ABG). Bahkan, di dalam kelompok umur 25-29 tahun, 30-34 tahun, dan 45-49 tahun jumlah lelaki lebih tinggi (baca OM-OM)"

bagaimana perbandingan tidak mendukung? mana ada OM-Om cari istri lagi atau selingkuhan yang diatas 65 tahun, pasti mereka cari yang masih ABG lah! yang masih muda dan segar. iya gak?
tapi semua berpulang sama pribadi masing-masing.

Salam


JIP96, sebenernya kalian itu di kantor pada kerja atau emai-emailan aja sih seharian? Huahahahaha!

12/06/2006 09:17:00 PM :: 0 comments ::

Okiii :: permalink


Kalo udah feeling, ikutin aja deh!

Saturday, December 02, 2006
Tau konci? Itu lho, benda kecil tapi penting yang biasa digunakan buat buka pintu. Bahasa Indonesia yang baku untuk konci yang gue omongin adalah anak kunci. Benda ini mungkin dibuat sejak pertama kali manusia menyimpan sesuatu yang berharga dan gak pengen diliat/diambil/dicontek/diketahui oleh orang lain. Anak kunci itu temennya pintu dan dan kunci atau gembok atau macem-macem.
Bentuknya juga beda-beda. Di pilem harry potter koncinya bisa terbang dan kudu dikejar-kejar naek sapu. Di pilem-pilem holywood dan dunia nyata (ya, film holiwut seringkali tidak menceritakan dunia nyata), bentuknya juga beda-beda.
- Ada yang cuma dari suara
Picard:"Computer, start auto destruct sequence. Access code: Picard, Jean Luc. Captain. Zero-One-Two-Three-Four-Five-Six-Seven-Eight-Nine-Ten-Ocey?!"
Computer: "Acces granted. Starting auto destruct sequence."
- Sidik jari. Kalo yang ini barangkali di Jakarta juga udah ada.
- Retinal scan (cieeeeeeeeee, retinal scaan!) kayak di pilem Demolition Man (buat anak-anak yang membaca ini, jangan mencontoh Wesley Snipe yang mencongkel mata salah satu ilmuan biar bisa buka konci yang butuh retinal scan. Gue gak mau ntar blog gue diprotes gara-gara orang tua kalian kurang memberikan pengertian sehingga kalian menirukannya seperti waktu kalian mematahkan bagian tubuh teman sekolah karena menirukan Smack Down).
- Kombinasi angka dan hurup yang dipencet-pencet (ini juga udah umum),
- Rangkaian angka yang kudu diputer di lemari besi kayak yang diutak-atik Charlize Theron di pilem Italian Job.
- Atau kayak di pilem Fifth Element (Bruce Willis, YEAH!). Koncinya itu berbentuk Milla Jovovich. Kenapa sih bukan Winona Ryder aja? Noni kan lebih imut...
Di komik Superman, ada juga konci buat masuk Fortress of Solitude (bukan jamban) yang berbentuk tanda panah yang GUEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEDE banget yang cuma bisa diangkat ama Superman atau orang dari Krypton lainnya seperti Supergirl dan tentunya gue. Huaahahhahahahahahahah!
Superman juga punya kunci kecil, tapi berat. Dia pernah bilang ke Lois Lane dalam komik All Star Superman #2, konci yang kecil itu gak bisa diangkat sembarang orang. Karena, menurut Superman, beratnya itu sama dengan massa dan kepadatan Dwarf Star. Apa itu Dwarf Star? Google it, please.
Batman, (temennya Superman buat yang belon tau) juga punya cara tersendiri buat masuk Batcave. Dia bisa lewat jam di ruang perpustakaannya, bisa juga lewat berbagai jalan rahasia yang rumit. Pokoknya, jadi Batman repot deh.
Nah, alesan gue ngomongin konci adalah.... (scroll down, please)













































KONCI
RUMAH
GUE...
ILAAAAAAAAANG!!!


Yak, betul! Kejadiannya hari Rabu kemarenan. Eh, apa hari kamis ya? Pokoknya gitu deh. Gue udah mao pulang dari kantor. Terus tiba-tiba berasa kayak (alm.) Dono waktu ngomong, "Kayaknya ada yang salah deh, tapi apa ya?" yang menyebabkan gue balik lagi ke ruang redaksi. Eh, di situ gue malah ngecek film yang mao dibawa ke percetakan. Abis itu kelar, gue pulang jalan bareng Ipi dan Djunee sampe sebelon gue nyebrang ke halte.
Pas di halte, gue udah feeling tuh. Ada suara di kepala gue (selain suara-suara yang biasa ada di kepala gue) yang mengatakan: "Besok pagi aja kali ya? Selain ujan, kayaknya ada yang salah deh...tapi apa ya?"
Namun gue tetep nekat! Apalagi setelah melihat bis kota yang biasanya miring ke kiri ternyata kosong (ini mungkin karena udah jam 20.30 dan keadaan Jakarta sedang hujan rintik-rintik tapi deres). Ya, ini adalah saat untuk pulang! Dengan mengesampingkan kemalasan dan tidak menghiraukan sesuatu yang seringkali berjasa buat gue, yaitu FEELING, gue nekat naek bis.
Untuk menyingkat cerita, kurang dari jam 11 gue balik lagi ke kantor, karena ternyata eh ternyata, konci rumah gue gak ada.
Sudah, saya lelah memikirkan hal ini...

Yang gue sesalkan adalah, gue gak ngikutin feeling nothing more than feeling yang seringkali tepat (berarti kadang gak tepat)! Padahal, siangnya gue baru chat sama seorang teman ngomongin soal feeling...
Pertama kali gue ngikutin feeling gue adalah waktu SMP kelas 2 (berarti sekitar taun 2000, hehehe). Gue mengikuti feeling yang mengatakan: "Jangan nyebrang dulu, di sebelah sono aja nyebrangnya," yang ternyata tepat! Baru dua sampai tiga belas langkah gue jalan, tau-tau ada motor ngebut yang nyusruk tepat di alur lintasan yang tadi pengen gue sebrangin. Selanjutnya, banyak kejadian yang bikin gue makin yakin untuk mengikuti feeling gue. Mulai dari waktu kecopetan di Pasar Minggu pas mao berangkat kuliah, ngisi form sctv award yang membuat gue menang hadiah dari Danamon, ngikut survey online yang berakibat gue menang henpon -- yang kemudian kecopetan waktu mao berangkat ngajar, sekali lagi karena gak ngikutin feeling. Macem-macem deh.
Sekarang, masalah gue adalah, gue pengen pulang. Tapi bingung gak ada koncinya. Pengen didobrak, nanti masalah gue nambah, yaitu benerin kusen atau pintu. Solusinya adalah memanggil tukang konci buat membuka rumah gue sendiri.
Makanya, KALO UDAH FEELING, IKUTIN AJA DEH!
12/02/2006 06:28:00 AM :: 0 comments ::

Okiii :: permalink


Kecanggihan abad 21

Thursday, November 02, 2006
Naga: rese
Naga: makan siang bareng yook! di el jam 1 ya?
Oki: hueeeeeeeeeee!!!
Oki: nagaaaaaaaaaaaaaa!
Oki: kagak tidur lo?
Naga: kagak. sengaja nunggu lo. baek ya gue
Oki: huehehehehee. baek banget
Oki: udah mulai kerja belon?
Naga: monday, sekarang gue jalan2 aja dulu.
Naga: dapet salam dari nyokap gue
Oki: emang nyokap jam segini belon tidur juga?
Naga: udah kali, tadi gue bilang ntar mao begadang mao ngobrol sama lo
Oki: huohohohohoho, gak bole begadang ya di sono
Oki: sokoooooooooooooor!
Naga: iye, di sini kayak anak kecil lagi gue. jam 11 belon pulang udah dicariin
Oki: lo juga sih suka ngilang gak bilang ama sapa2. ntar tau2 ketemu di si es ay kan bonyok lo kesian
Naga: rese!
Oki: just kidding, dear.
Naga: i know
Oki: salam buat nyokap juga ya?
Naga: so...
Naga: how are you holding up?
Oki: weeeeeeeeh! kampret ember juga ya
Oki: padahal udah gue bilang jangan cerita ke lo
Naga: hehehe, lo tau sendiri kampret embernya ngalahin ember
Oki: abis lo jauh banget
Naga: sorry
Oki: it's ok, kan sekarang masih bisa ngobrol.
Naga: terus?
Oki: terus apaan?
Naga: gimana jadinya?
Oki: jadinya apaan?
Naga: y'know
Oki: ooo
Oki: ya gitu deh, paling kampret udah cerita panjang lebar ke lo
Oki: gue rasa dia lebih cocok jadi panitera
Oki: apa yang orang cerita diingetin semua
Oki: sayang otaknya cabul, kalo dia orang baek2 bisa2 kita jalan bedua doang
Naga: hahaha! bisa aja lo
Naga: terus gimana?
Oki: gue masih bisa nyengir kok
Naga: glad to hear that
Naga: still talking?
Oki: yup. don't u think i woulda told you already if it went like mr. wcs predicted
Naga: ok then
Naga: gue tidur ya, udah tenang gue
Oki: sip2. thx for popping out of nowhere.
Naga: whatever
Naga: hehehe
Naga: baik2 ya di sana
Oki: u too
Naga: give that asshole a big hug for me and give yourself an even bigger one
Oki: ogah gue yang buat mr. t, lo kirim aja pake fedex
Naga: hehehe
Naga: 5 watt nih
Naga: take care, k
Oki: i will.
Naga: how many?
Oki: billions.
11/02/2006 07:03:00 PM :: 0 comments ::

Okiii :: permalink


Well, so long good friend.

Wednesday, November 01, 2006
Last Sunday a friend left to lead a new chapter in her life. She had an ambition of her own that she needs to pursue, so she went back to the city that never sleeps.
The ride to the airport was a live one, just like every time the three of us goes everywhere. There was the usual smile, laughter, dumb remarks, and warmth. It turned into a quiet one after Jack Johnson picks up his guitar and sang Rainbow, one of the songs we're familiar with but never really paid attention to -- until about a month ago when she told us her decision to go back. But we didn't press the fast forward button after she told us she now hates the song. After that, the three of us said nothing until the driver/owner of the car said, "We never took any picture of the three of us, but don't worry, I'm sure we keep them in our head." That was the weirdest thing he said in several years but it made the three of us laughed real hard.
We arrived at the airport three and a half hours earlier than the flight. So we left the luggage at the car and we walked around the airport and we talked and talked until it's her time to check in her luggage.
"Remember, when either one of you guys are free when..."
"Just go, we're tired and we wanna go home."
"Take good care of yourselves, k?"
"You too."
"So long guys..."
"So long good friend."
11/01/2006 04:24:00 AM :: 0 comments ::

Okiii :: permalink


hari terakhir puasa

Monday, October 23, 2006
"Boooooooooooo! Rambut lo dikemanain?"
"Ya dipotong, gue jual buat beli baju lebaran. Huahahaha!"
"Gokil! Tapi, potongannya kok agak aneh ya?"
"Ah yang bener lo?"
"Iya, gak oke aja gitu ngeliatnya..."
"Yee, itu sih emang karena gue gak oke!"
"Iya juga sih... tapi ini beneran deh, gak oke potongan rambut lo."
"Iya, ini gara2 kemaren eksperimen dengan tempat cukur baru. Tukang cukur langganan gue sejak SMP kayaknya udah gak buka lagi. Jadinya gini deh, biasanya gue bilang pendek langsung jadi, ini malah jadinya kurang oke ya?"
"Emang rambut lo gak ada oke-okenya sih, tapi mending lo rapihin lagi deh."
"Yah, udah tinggal segini, mao diapain lagi?'
"Botakin aja..."
"Yee, ngaco! Ntar rambutnya diri pas numbuh!"
"Yoi, kayak duren! Huahahaha!!"
"Tapi iya juga, lo botakin aja."
"Repot ah, biarin aja gini. Ntar juga beres sendiri..."
"Kalo gak beres?"
"Ya, baru diberesin. Susye amat."
"Naaaaaaaaaaah! Gue baru inget, rambut lo mirip Kobo-chan. Eh, apa Kariage ya?"
"Wooi pada malu sama umur. Udah tua masih baca komik aja."
"Yeee, Rese! Nah lo kerjanya apaan?!"
"Ngaca dulu, boss!"
"Huahahahha! Iya ya. Udah ah, gue mo ngantor nih. Bosen liat muke lo pade. Ntar malem kowe inlander telepon2 ya? Nanti anterin gue belanja."
"Jangan lama2 di kantor, gue takut macet ntar malem..."
"Ada juga aturan gue yang ngomong gitu.."
"Iye, Nyonyaaaaaaaaaah!"
10/23/2006 04:50:00 PM :: 0 comments ::

Okiii :: permalink


jangan berencana, nanti manyun

Friday, October 20, 2006
Puasa bentar lagi udah mau abis. Di saat semua orang pada sibuk dengan kegiatan yang berhubungan dengan lebaran -- dari belanja baju baru, siap2 mudik, bikin kue, bikin ketupat, cem-macem deh -- gue malah sibuk menahan emosi.
Hari ini mau ke sini, terus ke situ, udah janji sama yang ini, terus mau pergi sama yang itu. Tapi karena satu dan lain hal, semuanya kemungkinan besar jadi batal (rencananya, bukan puasanya).
Kasian keyboard gue yang hari ini kembali diteken kenceng2 karena gue ngetiknya sambil nahan marah.
10/20/2006 05:32:00 PM :: 0 comments ::

Okiii :: permalink


Jadi kapan, dong?

Tuesday, October 10, 2006
"Jadi kapan dong?"
"Hmm... Abis Lebaran."
"Lebaran apaan? Lebaran Kuda apa Lebaran Monyet?"
"Tergantung, kuda ama monyet mau Lebaran apa kagak..."
"Yeee, gimana sih?! Serius dong!"
"Ya gue emang serius, cuma gue gak tau aja caranya gimana..."
"Perasaan kagak susah-susah amat, deh!"
"Gigi lo pake turbo! Buat gue itu susah!"
"Yah, begini caranya bisa2 nunggu Lebaran Amoeba, deh!"
"Amoeba kan gak ada puasanya, kerjanya membelah diri melulu. Jadinya batal puasanya, gak dibeliin baju baru. Hehehehe..."
"Sok tau! Jadi, kapan dong?"
"Lo gak nyimak/tidur/gali sumur/gak bawa kuping atau ayjong (aykyu jongkok)? Kan udah gue bilang, abis Lebaran, abis Lebaran, abis Lebaran! Tuh, puas ente?"
"Bener ya?"
"Yee! Like-like me, dong! Kan I have the business!!"
"Ah, you talk-talk only, nih. Yes, yes yes. No, yes no! How do you, sih?"
"Lho, I story from long time you not listen? After Lebaran meaning yes after Lebaran! Lo tuh yang how do you!!"
"Mainly you swear after Lebaran, yes?"
"I swear no. After Lebaran, yes."
"Cieeeeeeeee!"
"Cieeee gundulmu!"
"Ngomong-ngomong, pake cukur dulu kagak nih?"
"Hmm... Emang begini kagak keren ya? Kan gue mao punya rambut kayak Salim IKLIM atau kayak Richard Marx..."
"Ah, selera lo aneh! Gonjales gitu..."
"Yee! Kan tetep aja rambut artis!"
"Artis kagak ngetop. Mau lo?"
"Pokoknya gue cuma mao punya rambut kayak Salim."
"Dan Richard Marx."
"Betul!"
"Cepak dong kayak Oshin?"
"Richard Marx."
"Iya, kan lagunya oshin cepak..."
"Iyee tau! tapi rambut mereka kan beda."
"Tetep aja, lagunya oshin cepak."
"APKTNTAJD. AYOKOKAJ.."
"Jadi, abis Lebaran?"
"Yee, muter lagi! Situ nyetir bemo apa kemidi puter?! Next!!"
"Oh iya, gue setuju tuh ama teori 'Buaya vs Non-Buaya!'"
"Curhat colongan..."
"Hehehehe. Ya kan gue mendukung teori lo berdasarkan pengalaman gue juga.."
"Yang mana korbannya adalah gue... Bukan salah gue kalo gue celingukan orangnya!"
"Iya sih. Maap deh kalo gitu."
"Gak usah repot2, pasti gue maapin."
"Abis Lebaran ya?"
"'Serah deh."
"Ya ampoooon, ini orang. Tinggal gitu aja apa susahnya?"
"Ya susah aja!"
"Langsung?"
"Live from San Siro..."
"Beneran nih?"
"Tunggu mood."
"Keburu lewat ntar..."
"Jangan ngedoain yang kagak2, dong!"
"Yee, bukan gitu! Gue kan cuma mengingatkan."
"Emangnya 17 Agustus pake peringatan?"
"Ntar gimana?"
"Apanya yang gimana?"
"Ya gimana2 gimananya!"
"Ya gitu!"
"Berani lo?"
"One small step for mankind, one giant leap for me!"
"Awas kecebur."
"Yah, elo. Bikin gue kuatir aja..."
"Tuh, kaan..."
"Apaan?!"
"Jadi gak?"
"Ya jadi. Dan harus jadi."
"Kalo kagak?"
"Ya..."
"Ya..?"
"Ya...jangan sampe kagak, dong!"
"Worst Case Scenario, nih..."
"Terooooooooos...!"
"Kan prediksi terburuk."
"Emangnya Bung Kus?"
"Lo siap gak?"
"Lagi istirahat. Ini aja belon abis, udah disuruh siap2 buat apaan?"
"Yang tadi."
"Tadi apaan?"
"Yang abis Lebaran!"
"Iyee! Eh, itu diabisin gak? Buat gue ye?"
"Monggo, mas."
"Daripada mubajir..."
"Cieeeeeeee! Abis Lebaran neh!"
"Cieeeeeeee!"
"Semuanya! Satuu... Dua... Tiga... Cieeeeeeeee!!"
"Dung Crek Dung Dung Crek."
"Eh, nanya dong..."
"Maap, nama saya bukan Eh, tapi Woi!"
"Gue cuma pengen tau. Kenapa?"
"Apanya yang kenapa?"
"Ya, kenapa?"
"Sebabnya."
"Emang masih gak bisa lupa ya?"
"Nggak. And I'm glad I haven't."
"Kalo ntar lupa gimana?"
"Masalahnya... Sebenernya bukan masalah sih, gue masih inget."
"Detil?"
"Kurang lebih. Banyakan kurangnya..."
"Cieeeeeeeeeeeeeeee!"
"Kurang kenceng. Yang di ujung sono belom denger."
"Cieeeeeeeeeee!"
"Jadi..."
"Doakan saja."
"Amiin."

10/10/2006 06:06:00 AM :: 3 comments ::

Okiii :: permalink


Where no menu has gone before...

Saturday, September 16, 2006
Suatu hari, di pagar kantor nangkring flyer yang mempromosikan telah dibukanya sebuah restoran bakso/baso/ba'so (pilih sendiri mau pake kata yang mana) baru yang menarik perhatian gue... Wah! Ternyata restoran itu punya menu yang terlihat cukup menarik dan tentunya membangkitkan selera.

Tapi tiba-tiba, mata gue memeriksa lagi flyer itu dengan sedikit lebih cermat. Pandangan pertama...kayaknya gak ada yang salah. Percobaan kedua...juga gak ada yang salah. Percobaan ketiga... ZOMG!

Ada menu yang menarik serta membuat penasaran tapi gue jadi kagak berani pesan. Mau tau menu apa itu?


Ini flyernya, sekilas tampak normal:
Terlihat normal bukan? Apakah gambar-gambarnya malah mengundang selera makan Anda?

Sekarang coba fokuskan pada bagian ini:

Masih belum terlihat ada yang aneh? Kalau begitu, silahkan fokuskan pandangan Anda pada menu yang satu ini.

Konsentrasi...
Konsentrasi...
Kosongkan pikiran Anda...
Tatap gambar di bawah ini dengan kesadaran penuh...
Apakah Anda berani pesan menu yang satu ini?
Yang pasti, gue belom berani memesan menu yang satu ini. Kalau ada yang nekat dan udah mencobanya dan mengatakan makanan itu enak, tolong jauhi saya. Anda sudah dipengaruhi [Ayam Bakar Bumbu] Syaitan!!!*

*Entri ini tidak dibuat sebagai pesan sponsor atau iklan..
9/16/2006 03:31:00 PM :: 1 comments ::

Okiii :: permalink


Venting out

Tuesday, September 12, 2006
Mungkin karena hari ini ditambah dengan kondisi tubuh yang lagi sangat tidak oke -- gue lagi pilek, mulai demam dan tenggorokan menunjukkan tanda-tanda mau batuk, -- gue jadi merasa pengen marah-marah hari ini. Hmm... kenapa ya? Apa gara-gara kejadian tidak penting pagi tadi, siang tadi, atau sore ini. Tapi, masa sih hal gitu aja bikin gue marah? Apalagi gue gak suka marah-marah, kecuali jika dan hanya jika dirasa benar-benar perlu. Apakah hari ini perlu marah-marah? Semoga tidak.


sibuk sekali ya hari ini...?
9/12/2006 05:34:00 PM :: 0 comments ::

Okiii :: permalink


14 September 2006, tsunami225 tiba di Aceh

Weeeeeeeeeeeeeeits!!! Jangan marah atau menghujat gue setelah baca judul entri ini. Ini bukan ramalan dari Mami Loreng atau Ki Joko Dongo atau paranormal ngetop lainnya akan datangnya bencana lagi di Serambi Mekah. Ini juga bukan cara gue menertawakan penderitaan orang banyak. Ini adalah entri tentang temen gue, yang kurang dari 48 jam setelah entri ini ditulis, bakal berangkat ke Aceh. Katanya sih subuh-subuh, tapi gue yakin jam 06.20 WIB itu udah bukan waktu Subuh di Indonesia Bagian Barat.
Sebenernya gak ada yang aneh tentang seseorang yang berangkat ke Aceh. Toh ada beberapa orang yang gue kenal yang udah duluan ke sana, malah ada yang bolak-balik.

Tapi lucu aja beberapa hari terakhir liat temen gue yang satu ini mempersiapkan keberangkatannya ke Aceh dan meninggalkan apartemen dua kamar yang dia sewa di Peanut Garden Residence. Belon lagi televisi (yang berat setengah mati) yang bakal ditinggal selama enam bulan selama dia di sana. Belon lagi soal kalo dia lagi dapet libur dari sana, kalo menurut orangnya sih dia bakal mondar-mandir. Bisa di apartemennya, yang pada saat dia pergi bakal berada di tangan tetangganya. Bisa juga di apartemen temen yang lain, atau "villa" di kawasan kota Bogor. Huehehehehe!

Yah, semoga Miss Genti dan temen-temen dari B2 baik-baik aja selama di sana. Buat temen-temen yang udah di sana, semoga baik2 juga di sana.
9/12/2006 11:00:00 AM :: 1 comments ::

Okiii :: permalink